Parent Kids – Selama puluhan tahun, LEGO dikenal sebagai mainan yang mengandalkan imajinasi dan permainan fisik.
Kini, mulai 2026, LEGO memperkenalkan terobosan terbesarnya dalam beberapa dekade, yakni LEGO SMART Play, sistem bermain baru yang membuat balok LEGO bisa bereaksi, mengeluarkan suara, dan “berkembang” sesuai cara anak memainkannya, tanpa layar, tanpa kamera, dan tanpa aplikasi.
Mengutip dari InformaBTL, inovasi ini berangkat dari riset yang menunjukkan tiga hal yang diinginkan anak-anak saat bermain, yakni bisa bermain bersama, melihat tindakan mereka punya dampak nyata, dan merasakan permainan yang terus berkembang.
Alih-alih membawa anak ke dunia digital, LEGO memilih menghidupkan permainan fisik. Teknologi canggih disembunyikan di dalam balok, sehingga anak tetap fokus pada bermain, bukan pada perangkat.
Di baliknya, LEGO mengembangkan sistem posisi khusus yang memungkinkan balok “mengenali” balok lain, minifigur, dan elemen SMART, bahkan saat diputar, diguncang, atau dilempar.
LEGO juga merancang chip sendiri yang sangat kecil, khusus untuk kebutuhan bermain, sehingga balok dapat merespons tanpa mengubah bentuk khas LEGO.
Menariknya, suara yang dihasilkan bukan rekaman tetap, melainkan suara sintetis yang bisa berubah-ubah sesuai cara anak berinteraksi, membuat cerita dan skenario terasa tak terbatas.
Peluncuran awal SMART Play dimulai lewat semesta Star Wars, karena dunia ini sudah familiar bagi anak-anak dan memungkinkan mereka langsung berkreasi tanpa harus mempelajari aturan yang rumit.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin fleksibel sistemnya, semakin besar imajinasi anak berkembang.
Bagi orangtua, LEGO SMART Play menawarkan keseimbangan yang jarang: teknologi yang memperkaya pengalaman bermain tanpa menghadirkan layar.
Anak tetap membangun dengan tangan, berkolaborasi dengan teman atau keluarga, sekaligus merasakan dunia bermain yang responsif dan dinamis.
Bukan sekadar satu set mainan, SMART Play adalah platform baru yang diproyeksikan menjadi fondasi masa depan permainan LEGO.
Dengan pendekatan ini, LEGO menegaskan kembali nilai utamanya, yakni bermain fisik tetap menjadi pusat kreativitas anak.
Sedikit tambahan, yakni dengan sentuhan teknologi yang nyaris tak terlihat, namun terasa dampaknya.
