Parent Kids – Perkembangan teknologi semakin cepat, termasuk mainan berbasis kecerdasan buatan (AI). Dari boneka interaktif hingga robot pintar, mainan ini menjanjikan pengalaman bermain yang “pintar” dan bisa berinteraksi dengan anak.
Tapi, para ahli mengingatkan: tidak semua mainan AI aman untuk anak-anak, terutama yang masih balita.
Penelitian dari Common Sense Media, sebuah organisasi nirlaba di San Francisco, menunjukkan bahwa anak-anak 5 tahun ke bawah sebaiknya tidak diberi mainan AI. Anak usia ini sedang belajar berinteraksi sosial dan membaca emosi orang lain.
Mainan AI yang bisa “berbicara” atau “membalas” anak justru bisa membuat mereka bingung antara dunia nyata dan mainan.
Untuk anak 6–12 tahun, mainan ini bisa digunakan, tapi orangtua disarankan tetap sangat berhati-hati.

Para peneliti menemukan beberapa risiko utama, antara lain:
Konten yang tidak pantas: Beberapa mainan AI pernah mengeluarkan jawaban tentang hal-hal sensitif, seperti perilaku berisiko, obat-obatan, atau bahkan menyebutkan ide menyakiti diri sendiri.
Privasi anak terancam: Mainan ini merekam suara dan menyimpan data anak. Meskipun beberapa perusahaan mengklaim data bisa dihapus, tetap ada risiko bocornya informasi pribadi.
Mengganggu perkembangan sosial: Terlalu banyak “ikatan emosional” dengan mainan bisa membuat anak kesulitan memahami hubungan manusia yang nyata.
Di California, sebuah RUU baru diajukan untuk menghentikan sementara penjualan dan produksi mainan AI bagi anak-anak di bawah 18 tahun.
Tujuannya memberi waktu untuk membuat regulasi keselamatan yang tepat, agar anak-anak tidak menjadi “objek uji coba” teknologi baru.
Beberapa perusahaan mainan AI menekankan langkah-langkah keamanan, seperti kontrol orangtua, penghapusan data, dan mode listing hanya aktif saat dihidupkan. Mereka meyakinkan bahwa mainan mereka aman dan bisa mendukung belajar anak.
Meski begitu, para ahli tetap menganjurkan orangtua untuk berhati-hati, terutama bagi anak-anak balita.
Jika anak lebih besar ingin mencoba, pantau interaksi mereka dengan mainan. Pastikan mainan punya kontrol orangtua yang jelas dan data anak bisa dihapus kapan saja.
Selain itu, prioritaskan mainan yang mendukung kreativitas dan interaksi nyata dengan teman sebaya.
Pada akhirnya, mainan AI memang menarik dan modern, tapi keselamatan dan perkembangan anak harus tetap jadi prioritas utama.
Sebelum membeli, kenali risiko dan pastikan mainan itu benar-benar aman untuk anak Anda.
