Parent Kids – Memasuki awal tahun, banyak anak kembali beraktivitas di sekolah setelah libur Natal dan Tahun Baru.
Namun, momen ini bertepatan dengan puncak musim hujan yang membawa tantangan tersendiri bagi kesehatan anak.
Cuaca lembap, curah hujan tinggi, dan aktivitas sekolah yang padat dapat meningkatkan risiko penularan berbagai penyakit, terutama influenza atau yang kini dikenal sebagai superflu.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan bahwa anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan tertular penyakit di masa ini.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa mayoritas kasus superflu di Indonesia justru ditemukan pada usia anak.
Hal ini terjadi karena sistem imun anak yang masih berkembang serta lingkungan sekolah yang memungkinkan virus menyebar lebih cepat.
Meski demikian, IDAI menegaskan bahwa kegiatan belajar di sekolah tetap penting bagi perkembangan sosial, emosional, dan intelektual anak.
Karena itu, yang dibutuhkan bukan menahan anak untuk bersekolah, melainkan meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan sejak dari rumah.
Orang tua berperan besar dalam menjaga kondisi kesehatan anak sebelum berangkat ke sekolah. Pastikan anak dalam kondisi fit, tidak demam, batuk, pilek, atau terlihat lemas.
Jika anak menunjukkan gejala sakit, sebaiknya anak diistirahatkan di rumah hingga benar-benar pulih agar tidak menularkan penyakit kepada teman-temannya.
Selain itu, daya tahan tubuh anak perlu dijaga dengan asupan makanan bergizi, terutama protein hewani, cukup minum air, serta waktu tidur yang sesuai usia, yakni sekitar 8–10 jam per malam.
Orang tua juga dianjurkan memastikan imunisasi anak lengkap, termasuk imunisasi influenza, sebagai salah satu perlindungan penting di musim hujan.
Tak hanya influenza, musim hujan juga meningkatkan risiko penyakit lain seperti diare, demam berdarah, hingga leptospirosis. Karena itu, kebiasaan hidup bersih perlu terus ditanamkan pada anak.
Anak perlu dibiasakan mencuci tangan dengan sabun, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, serta tidak berbagi alat makan dan minum dengan teman.
Lingkungan rumah dan sekolah juga perlu dijaga tetap bersih dan bebas dari genangan air yang bisa menjadi sarang nyamuk. Sekolah diharapkan menyediakan fasilitas cuci tangan, toilet yang higienis, serta melakukan pembersihan rutin pada area yang sering disentuh anak-anak.
IDAI menekankan bahwa menjaga kesehatan anak di musim hujan adalah tanggung jawab bersama.
Dengan kerja sama orang tua, sekolah, tenaga kesehatan, dan pemerintah, anak-anak tetap bisa belajar, bermain, dan tumbuh optimal tanpa harus mengorbankan kesehatan mereka.
Musim hujan boleh datang, tapi dengan kewaspadaan dan perhatian yang tepat, orang tua bisa memastikan anak tetap aman, sehat, dan bahagia saat kembali ke sekolah.
