Unlock the Magic of Your kitchen with Our Cookbook!

Pemkot Surabaya Batasi Penggunaan Gawai Anak di Sekolah dan Rumah

Dengan peran aktif orang tua dan kebijakan ini, diharapkan anak-anak dapat lebih fokus pada pembelajaran dan terhindar dari bahaya yang bisa muncul dari dunia digital.

Hernowo Anggie
2 Min Read
Disclosure: This website may contain affiliate links, which means I may earn a commission if you click on the link and make a purchase. I only recommend products or services that I personally use and believe will add value to my readers. Your support is appreciated!
Student Loan

Parent Kids – Penggunaan gawai di kalangan anak-anak kini menjadi perhatian serius. Untuk itu, Pemerintah Kota Surabaya telah mengeluarkan kebijakan baru yang membatasi penggunaan gawai anak di sekolah dan rumah, demi melindungi mereka dari dampak negatif teknologi.

Dalam kebijakan terbaru yang diterbitkan oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, penggunaan gawai di sekolah hanya diperbolehkan jika ada instruksi langsung dari guru untuk kegiatan pembelajaran. Anak-anak dilarang menggunakan gawai selama jam pelajaran dan hanya boleh menggunakannya sebelum atau sesudah kelas, atau dalam keadaan darurat dengan izin.

Sekolah juga diwajibkan menyediakan tempat penyimpanan gawai di setiap kelas, agar anak-anak tidak terganggu oleh gadget selama proses belajar mengajar.

“Tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar, kedisiplinan, serta menghindarkan anak dari dampak negatif perkembangan teknologi informasi,” kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, dalam keterangannya.

Tak hanya di sekolah, kebijakan ini juga berlaku di rumah. Orang tua diminta untuk membatasi penggunaan gawai anak dengan durasi maksimal dua jam per hari, kecuali untuk kebutuhan belajar.

Gawai juga sebaiknya digunakan di area terbuka rumah seperti ruang keluarga, bukan di kamar tidur, agar anak-anak tetap terpantau dan terhindar dari konten negatif yang bisa mereka temui di dunia maya.

Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar, mendisiplinkan anak-anak, serta melindungi mereka dari dampak buruk penggunaan teknologi yang berlebihan.

Wali Kota Surabaya juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi penggunaan gawai di rumah. Dengan peran aktif orang tua dan kebijakan ini, diharapkan anak-anak dapat lebih fokus pada pembelajaran dan terhindar dari bahaya yang bisa muncul dari dunia digital.

Share This Article
Tidak ada komentar