Unlock the Magic of Your kitchen with Our Cookbook!

Mattel Hadirkan Barbie Autisme, Dukung Anak Belajar Inklusi Sejak Dini

Mainan bukan sekadar alat bermain, tetapi juga sarana belajar bagi anak untuk mengenal dunia di sekitarnya dengan lebih inklusif dan penuh pengertian.

Hernowo Anggie
3 Min Read
Disclosure: This website may contain affiliate links, which means I may earn a commission if you click on the link and make a purchase. I only recommend products or services that I personally use and believe will add value to my readers. Your support is appreciated!

Parent Kids – Mattel kembali menghadirkan langkah baru dalam menghadirkan mainan yang lebih inklusif untuk anak-anak. Produsen mainan global ini resmi merilis Barbie pertama yang merepresentasikan anak dengan autism spectrum disorder (ASD), atau spektrum autisme. Kehadiran boneka ini ditujukan untuk membantu anak-anak memahami keberagaman sejak dini, sekaligus membuat anak dengan autisme merasa lebih terwakili.

Barbie autisme ini dikembangkan bersama Autistic Self Advocacy Network (ASAN), sebuah organisasi nirlaba yang dijalankan oleh dan untuk komunitas autistik. Proses pengembangannya memakan waktu lebih dari 18 bulan untuk memastikan setiap detailnya dibuat secara sensitif dan akurat, sesuai dengan pengalaman anak-anak dalam spektrum autisme.

Boneka ini dirancang dengan sejumlah fitur khusus yang mencerminkan kebutuhan sensorik dan perilaku yang umum dialami anak dengan autisme. Barbie memiliki artikulasi di siku dan pergelangan tangan yang memungkinkan gerakan berulang atau stimming, salah satu cara anak mengekspresikan diri dan menenangkan diri. Arah pandangan mata boneka dibuat sedikit menyamping untuk merepresentasikan kecenderungan menghindari kontak mata langsung.

Selain itu, Barbie autisme dilengkapi dengan aksesori seperti fidget spinner dan tablet, serta headphone peredam bising yang kerap digunakan anak dengan sensitivitas terhadap suara. Pakaian yang dikenakan pun dibuat longgar dan nyaman untuk meminimalkan ketidaknyamanan akibat sentuhan kain di kulit.

Barbie ini menjadi bagian dari lini Barbie Fashionistas, koleksi yang dikenal menghadirkan keberagaman dalam dunia mainan. Sebelumnya, Mattel telah merilis Barbie dengan berbagai kondisi, seperti Down syndrome, kebutaan, pengguna kursi roda, hingga diabetes tipe 1. Kehadiran Barbie autisme semakin memperkuat pesan bahwa setiap anak memiliki keunikan dan nilai yang sama.

Sebagai bagian dari peluncuran, Mattel juga mendonasikan lebih dari 1.000 boneka Barbie autisme ke rumah sakit anak di Amerika Serikat yang menyediakan layanan khusus bagi anak dengan autisme. Langkah ini diharapkan dapat membantu anak-anak merasa lebih nyaman dan diterima, terutama saat menjalani perawatan medis.

Melalui Barbie autisme, Mattel ingin mengajak orang tua dan anak untuk membuka percakapan tentang keberagaman, empati, dan saling menghargai. Mainan bukan sekadar alat bermain, tetapi juga sarana belajar bagi anak untuk mengenal dunia di sekitarnya dengan lebih inklusif dan penuh pengertian.

Share This Article
Tidak ada komentar