Unlock the Magic of Your kitchen with Our Cookbook!

Parama Hansa Abhipraya: Dari Juara Matematika Dunia ke Panggung Piano Internasional

Bagi para ayah dan orang tua, mungkin inilah pesan terpentingnya, membantu anak menemukan apa yang mereka cintai, lalu berjalan bersama mereka dalam prosesnya.

Hernowo Anggie
5 Min Read
Disclosure: This website may contain affiliate links, which means I may earn a commission if you click on the link and make a purchase. I only recommend products or services that I personally use and believe will add value to my readers. Your support is appreciated!

Parent Kids – Di usia tujuh tahun, sebagian anak masih sibuk memilih permainan favoritnya. Namun bagi Parama Hansa Abhipraya, bocah asal Bojonegoro, Jawa Timur, dunia sains dan seni sama-sama menjadi ruang bermain yang menyenangkan.

Awal Februari 2026 menjadi momen istimewa bagi Parama. Ia meraih 2nd Place Silver Trophy pada Kompetisi Piano Golden Lion Singapore 2026 yang berlangsung pada 6 hingga 8 Februari di Singapura.

Prestasi ini terasa semakin istimewa karena Parama sebelumnya dikenal sebagai juara matematika dunia.

Bagi banyak orang tua, mungkin muncul pertanyaan, bagaimana mungkin seorang anak bisa unggul di dua bidang yang terlihat sangat berbeda, logika dan seni. Namun perjalanan Parama menunjukkan bahwa kecerdasan tidak harus dibatasi oleh satu jalur.

Berani Tampil di Atas Levelnya

Di panggung Golden Lion Singapore, Parama membawakan repertoar dengan tingkat kesulitan beberapa grade di atas kemampuannya.

Sebuah tantangan besar, apalagi kompetisi ini diikuti sekitar 2.000 hingga 2.500 peserta dari berbagai negara seperti Singapura, Malaysia, China, Taiwan, Jepang, dan Australia.

Melalui akun Instagramnya, @paramahansa.id, Parama membagikan perasaannya.

“Ketika sampai di Singapura, aku merasa makin excited. Panggungnya besar sekali dan aku tampil di depan panel juri yang hebat-hebat. Di sana aku membawakan lagu-lagu dengan tingkat kesulitan beberapa grades di atasku. Meskipun menantang, aku tetap percaya diri karena aku sangat suka bermain piano.”

Kalimat sederhana itu menunjukkan sesuatu yang penting bagi orang tua, bahwa rasa suka dan cinta pada proses menjadi bahan bakar utama keberanian anak.

Partisipasi Parama di ajang ini pun melalui proses kurasi yang ketat. Ia tergabung dalam delegasi Indonesia yang diseleksi oleh Federation of International Music Organizer atau FIMO melalui tahapan nasional berjenjang.

Dukungan dan Apresiasi Internasional

Prestasi Parama dan delegasi Indonesia mendapat perhatian dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura. Deputy Chief of Mission KBRI Singapura, Thomas, bahkan mengundang para perwakilan untuk berkunjung sebagai bentuk apresiasi.

Ia menyampaikan kebanggaannya melihat anak-anak Indonesia mampu menguasai dua disiplin berbeda, sains dan seni, dengan tingkat keunggulan tinggi. Menurutnya, profil seperti inilah yang mencerminkan generasi emas Indonesia.

Apresiasi ini menjadi pengingat bahwa setiap pencapaian anak bukan hanya milik keluarga, tetapi juga kebanggaan bangsa.

Multitalenta yang Tumbuh Seimbang

Silver Trophy di Golden Lion Singapore menambah panjang daftar prestasi Parama sepanjang 2025 dan 2026.

Di bidang matematika, ia menyabet gelar World Star Champion pada Thailand International Mathematical Olympiad 2025.

Ia juga meraih medali emas di berbagai kompetisi internasional seperti Philippine International Math and Science Olympiad, American Mathematics Olympiad, Hong Kong International Mathematical Olympiad, dan Global Mathematics Elite Competition.

Namun kisah Parama tidak berhenti pada angka dan piala akademik. Ia juga aktif di olahraga dan kegiatan fisik.

Ia pernah meraih juara 1 Freestyle Swimming di Area Fun Swimming Jakarta, peringkat 4 Kuala Lumpur Chess Championship di Malaysia, serta penghargaan Best Little Surfer di Nemo Surfing Competition, Halfway Kuta Boardriders.

Berenang, berlari, selancar, catur, hingga piano berjalan berdampingan dalam kesehariannya.

Bagi orang tua, cerita ini menjadi refleksi bahwa anak tidak harus dikotakkan. Logika dan kreativitas bisa berkembang bersama, selama anak diberi ruang untuk mengeksplorasi minatnya.

Menumbuhkan Bakat Tanpa Batas

Golden Lion Singapore dikenal sebagai salah satu kompetisi seni internasional bergengsi yang mencakup berbagai instrumen musik, vokal, dan tari. Ribuan peserta terbaik dari berbagai negara berkumpul untuk menunjukkan kemampuan mereka.

Di tengah kompetisi sebesar itu, Parama berdiri sebagai contoh bahwa anak Indonesia mampu bersinar di panggung global.

Lebih dari sekadar deretan gelar, kisah Parama Hansa Abhipraya adalah tentang keberanian mencoba, kegembiraan belajar, dan dukungan yang konsisten.

Bagi para ayah dan orang tua, mungkin inilah pesan terpentingnya, membantu anak menemukan apa yang mereka cintai, lalu berjalan bersama mereka dalam prosesnya.

Karena ketika sains dan seni tumbuh berdampingan, yang lahir bukan hanya prestasi, tetapi juga pribadi yang utuh.

Share This Article
Tidak ada komentar