Parent Kids – Banyak orang tua merasa tenang ketika anak terlihat lahap dan kenyang setelah makan. Namun para ahli mengingatkan bahwa rasa kenyang tidak selalu berarti kebutuhan nutrisi anak sudah terpenuhi. Yang lebih penting justru kualitas dan keseimbangan gizi dalam setiap porsi makanan.
Dalam berbagai forum kesehatan, pakar menekankan bahwa masa awal kehidupan merupakan periode krusial bagi tumbuh kembang fisik dan kognitif anak. Nutrisi yang tepat pada fase ini akan berpengaruh hingga dewasa.
Mengutip CNBC, Pediatri dan pakar nutrisi dari Harvard, Dr. Kelly Fradin, menekankan pentingnya membangun kebiasaan makan sehat sejak dini.
Ia menyebut bahwa membiasakan pola makan bergizi di usia anak dapat membantu mereka mempertahankan kebiasaan sehat sepanjang hidup serta menurunkan risiko penyakit kronis di kemudian hari.
Pendekatan ini sejalan dengan pesan utama para ahli gizi global bahwa makanan anak sebaiknya tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga mengandung kombinasi nutrisi penting seperti protein berkualitas, vitamin, mineral, dan lemak sehat yang mendukung perkembangan otak serta pertumbuhan tubuh.
Selain jenis makanan, suasana makan juga berperan besar. Anak yang makan tanpa tekanan cenderung memiliki hubungan yang lebih positif dengan makanan dan mampu mengenali rasa lapar serta kenyang secara alami.
Kebiasaan makan bersama keluarga, mengenalkan variasi makanan, serta memberi contoh pola makan sehat juga terbukti membantu membangun perilaku makan yang baik.
Pada akhirnya, tujuan utama bukan sekadar memastikan anak makan banyak, melainkan memastikan setiap suapan memberi manfaat bagi tumbuh kembangnya.
Dengan memperhatikan kualitas gizi, variasi menu, dan kebiasaan makan yang sehat, orang tua dapat membantu anak tumbuh optimal, aktif, dan siap belajar.
