Unlock the Magic of Your kitchen with Our Cookbook!

Survei: Gen Z Laki-laki Masih Percaya Wanita Harus Patuh pada Suami

Sekitar sepertiga dari Gen Z percaya bahwa seorang istri harus patuh pada suaminya, dan suami memiliki kata terakhir dalam keputusan penting rumah tangga.

Hernowo Anggie
2 Min Read
Disclosure: This website may contain affiliate links, which means I may earn a commission if you click on the link and make a purchase. I only recommend products or services that I personally use and believe will add value to my readers. Your support is appreciated!

Parent Kids – Survei global terbaru menunjukkan bahwa laki-laki Gen Z (lahir 1997–2012) memiliki pandangan gender yang lebih tradisional dibanding generasi sebelumnya.

Sekitar sepertiga dari mereka percaya bahwa seorang istri harus patuh pada suaminya, dan suami memiliki kata terakhir dalam keputusan penting rumah tangga. Lebih mengejutkan lagi, banyak yang berpikir bahwa pria yang ikut mengurus anak dianggap kurang maskulin, dan perempuan sebaiknya tidak terlalu mandiri.

Mengutip dari The Guardian, enomena ini paling terasa di negara-negara seperti Indonesia dan Malaysia, sementara di Amerika dan Inggris angka ini lebih rendah. Meski begitu, survei ini juga menunjukkan adanya dukungan terhadap kesetaraan gender, seperti keinginan agar lebih banyak perempuan terlibat dalam pemerintahan.

Bagi orang tua, temuan ini menjadi penting sebagai pengingat: nilai dan pandangan anak muda tentang gender bisa berbeda dari generasi sebelumnya, dan ini memengaruhi cara mereka melihat peran dalam keluarga, pekerjaan, dan hubungan.

Diskusi terbuka di rumah tentang kesetaraan, peran laki-laki dan perempuan, serta pentingnya saling menghargai dapat membantu anak-anak memahami bahwa menjadi laki-laki atau perempuan tidak harus dibatasi oleh stereotip tradisional.

Selain itu, orang tua bisa menjadi contoh nyata bagi anak-anak, menunjukkan bahwa membagi tugas rumah, ikut mengurus anak, dan menghargai pilihan pasangan adalah bagian dari hubungan yang sehat. Dengan begitu, anak-anak belajar bahwa kesetaraan bukan hanya teori, tapi praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Memahami pandangan generasi muda bisa membantu orang tua menyiapkan anak agar tumbuh dengan nilai yang lebih terbuka dan menghargai kesetaraan, sekaligus menantang norma lama yang tidak relevan lagi. Dengan komunikasi yang tepat, kita bisa menanamkan pemahaman yang sehat tentang peran gender sejak dini.

Share This Article
Tidak ada komentar