Parent Kids – Prestasi membanggakan datang dari anak Indonesia. Parama Hansa Abhipraya, atau yang akrab disapa Rama, resmi meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai “Anak Usia Dini dengan Prestasi Lintas Disiplin Terbanyak.”
Penghargaan ini diberikan langsung oleh pendiri MURI Jaya Suprana bersama Direktur Utama MURI Aylawati Sarwono pada 8 April 2026.
Yang membuat pencapaian ini istimewa, Rama baru berusia 7 tahun. Namun di usia yang masih sangat muda, ia sudah menunjukkan kemampuan luar biasa di empat bidang sekaligus: seni, matematika, olahraga, serta literasi dan budaya.
Bakat Terlihat Sejak Usia Tiga Tahun
Rama, yang lahir di Bojonegoro dan kini bersekolah di SD Yasporbi 1 Pancoran, Jakarta Selatan, sudah menunjukkan minat belajar yang kuat sejak usia tiga tahun.
Dalam kurun waktu sekitar empat tahun, ia berhasil mengumpulkan berbagai prestasi dari beragam kompetisi. Di bidang akademik, Rama aktif mengikuti olimpiade matematika tingkat nasional hingga internasional.
Ketekunan dan kecintaannya pada angka membuatnya menonjol di bidang sains dan logika sejak dini.
Namun yang menarik, kecerdasan Rama tidak hanya terlihat dalam pelajaran sekolah.
Selain matematika, Rama juga menunjukkan bakat kuat di bidang seni. Ia mampu memainkan piano dan telah meraih berbagai prestasi dalam kompetisi musik di tingkat nasional maupun internasional.
Di bidang olahraga, Rama juga aktif mengasah kemampuan berpikir strategis melalui catur, dan telah menorehkan prestasi dalam berbagai kompetisi nasional.
Kemampuan berpikir logis dari matematika dan catur, berpadu dengan kepekaan artistik dari musik, menjadikan perkembangan Rama terlihat sangat seimbang.
Cinta Literasi dan Budaya Indonesia
Keunikan lain dari Rama adalah ketertarikannya pada literasi dan budaya tradisional Indonesia. Di usia tujuh tahun, ia sudah menulis buku serta memiliki kemampuan sebagai dalang wayang.
Kombinasi antara literasi, seni tradisi, dan prestasi akademik inilah yang membuat pencapaiannya dinilai sangat langka untuk anak seusianya.
Menurut Jaya Suprana, prestasi Rama menunjukkan bahwa potensi anak Indonesia sangat besar ketika mereka mendapatkan kesempatan untuk berkembang di berbagai bidang.
“Rekor ini bukan sekadar angka, tetapi simbol bahwa potensi anak Indonesia sangat luar biasa apabila dikembangkan secara seimbang dan multidisiplin,” ujarnya.
Dukungan Keluarga Jadi Kunci
Di balik pencapaian tersebut, dukungan keluarga menjadi faktor penting. Ayah Rama, Dhaniar Aji, mengaku bersyukur atas apresiasi yang diberikan oleh MURI terhadap putranya.
“Terima kasih atas apresiasi MURI terhadap prestasi putra kami. Semoga ini bisa memotivasi Rama mencapai cita-citanya dan juga memberi semangat bagi anak-anak lainnya,” ujarnya.
Pesan Inspiratif dari Rama
Dalam kesempatan yang sama, Rama juga menyampaikan pesan sederhana namun bermakna melalui pidato singkatnya.
“Kita tidak perlu memilih satu warna untuk menggambar pelangi.”
Pesan ini mengingatkan bahwa anak-anak tidak harus dibatasi hanya pada satu bidang saja. Dengan dukungan lingkungan yang tepat, mereka dapat mencoba berbagai hal dan menemukan potensi terbaiknya.
Prestasi Parama Hansa Abhipraya menjadi inspirasi bagi banyak orang tua bahwa memberi ruang eksplorasi pada anak dapat membuka peluang bagi berkembangnya beragam bakat sejak dini.
