Parent Kids – Memilih daycare sering kali menjadi keputusan besar bagi orangtua, terutama di tengah kesibukan kerja dan aktivitas harian yang padat.
Harapannya sederhana, anak berada di tempat yang aman, nyaman, dan mendapatkan pengasuhan penuh kasih saat orangtua tak bisa mendampingi secara langsung.
Namun, sebuah kasus yang mencuat di Yogyakarta belakangan ini menjadi pengingat bahwa memilih tempat penitipan anak perlu dilakukan dengan sangat cermat.
Seperti diketahui, Polisi saat ini tengah menyelidiki dugaan tindak kekerasan yang terjadi di sebuah daycare di kawasan Umbulharjo, Yogyakarta.
Berdasarkan temuan awal, dari sekitar 103 anak yang pernah dititipkan, sekitar 53 anak diduga mengalami perlakuan yang tidak layak.
Beberapa dugaan perlakuan tersebut antara lain anak dibatasi geraknya dengan cara diikat, bayi dibedung dalam waktu lama, hingga fasilitas istirahat yang dinilai tidak memadai.
Mayoritas anak yang diduga menjadi korban masih berada pada usia sangat dini, yakni di bawah dua tahun, masa emas tumbuh kembang yang seharusnya dipenuhi rasa aman, stimulasi positif, dan sentuhan kasih sayang.
Kasus ini mulai terungkap dari kepekaan orangtua dan masyarakat sekitar. Ada anak yang terlihat ketakutan ketika hendak diantar, ada pula kecurigaan bahwa laporan aktivitas harian yang diterima orangtua tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi sebenarnya.
Dari sini, satu hal menjadi jelas, naluri orangtua sering kali menjadi alarm pertama yang tak boleh diabaikan.
Bagi keluarga, peristiwa ini menjadi momentum untuk lebih teliti sebelum memilih daycare. Tidak cukup hanya melihat fasilitas yang menarik di brosur atau media sosial.
Orangtua perlu memastikan pola pengasuhan yang diterapkan, rasio pengasuh dengan jumlah anak, transparansi aktivitas harian, hingga kebijakan kunjungan atau monitoring dari orangtua.
Tempat penitipan anak yang sehat bukan hanya terlihat rapi, tetapi juga menghadirkan lingkungan yang hangat, terbuka, dan menjunjung tinggi keselamatan anak.
Pada akhirnya, daycare adalah perpanjangan tangan orangtua saat anak berada di luar rumah.
Karena itu, memilihnya bukan sekadar soal lokasi strategis atau biaya yang sesuai, melainkan tentang memastikan buah hati tumbuh dalam ruang yang aman, dihargai, dan dirawat dengan sepenuh hati.
