Unlock the Magic of Your kitchen with Our Cookbook!

Belajar Sambil Bermain, Cara Kreatif UMS Ciptakan Game Edukatif untuk Anak Usia Dini

UMS percaya, bagi si kecil, sosok pendidik yang ceria, komunikatif, dan penuh energi sering kali menjadi kunci terciptanya pengalaman belajar yang menyenangkan.

Hernowo Anggie
2 Min Read
Disclosure: This website may contain affiliate links, which means I may earn a commission if you click on the link and make a purchase. I only recommend products or services that I personally use and believe will add value to my readers. Your support is appreciated!

Parent Kids – Dunia anak adalah dunia bermain. Namun di tangan para calon pendidik yang tepat, bermain bisa menjadi sarana belajar yang sangat efektif.

Semangat inilah yang dihadirkan Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui pelatihan Training of Trainer (ToT) yang berfokus pada pengembangan permainan edukatif untuk anak TK dan PAUD.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga turun langsung merancang berbagai game edukatif dan aktivitas outbound yang disesuaikan dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.

Setiap permainan dibuat dengan tujuan yang jelas, mulai dari melatih motorik, mengenalkan angka dan huruf, hingga membangun keberanian anak untuk berinteraksi.

Yang menarik, konsep permainan dikemas menyenangkan dan penuh imajinasi. Mahasiswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dengan tema besar “profesi impian”, lalu merancang tiga hingga empat permainan kreatif yang bisa membuat anak aktif bergerak sekaligus belajar.

Dengan pendekatan ini, anak tidak merasa sedang “belajar”, tetapi tetap mendapatkan pengalaman yang kaya makna.

Bagi orangtua, pendekatan seperti ini menjadi gambaran bahwa pendidikan anak usia dini tidak selalu harus duduk diam, menulis, atau menghafal.

Aktivitas bermain yang terarah justru bisa membantu anak berkembang lebih optimal, baik secara fisik, sosial, emosional, maupun kognitif.

Selain itu, mahasiswa juga dibekali kemampuan bernarasi, membangun interaksi hangat, hingga menciptakan yel-yel yang mampu menarik perhatian anak.

Ini penting, karena bagi si kecil, sosok pendidik yang ceria, komunikatif, dan penuh energi sering kali menjadi kunci terciptanya pengalaman belajar yang menyenangkan.

Melalui program ini, UMS menunjukkan bahwa masa depan pendidikan anak usia dini ada pada kreativitas, mengubah permainan menjadi ruang belajar, dan menjadikan belajar sebagai pengalaman yang membuat anak tumbuh bahagia.

Share This Article
Tidak ada komentar