Unlock the Magic of Your kitchen with Our Cookbook!

Mengungkap Kunci Mendidik Anak Berakhlak Mulia dalam Parenting SD Muhammadiyah 4 Surabaya

Mengusung tema Anak Cerdas, Religius, dan Berakhlak Mulia Idola Orang Tua, acara ini menghadirkan dai nasional Ustadz Wijayanto sebagai narasumber.

Feby Ferdian
2 Min Read
Disclosure: This website may contain affiliate links, which means I may earn a commission if you click on the link and make a purchase. I only recommend products or services that I personally use and believe will add value to my readers. Your support is appreciated!

Parent Kids – SD Muhammadiyah 4 Surabaya (Mudipat) mengemas pembagian rapor semester ganjil tahun ajaran 2025/2026 dengan konsep yang berbeda. Bertempat di Gedung Graha YKP Surabaya, Sabtu (13/12/2025), kegiatan ini tidak hanya menjadi momen evaluasi akademik, tetapi juga sarana penguatan karakter melalui kajian parenting bagi para wali murid.

Mengusung tema Anak Cerdas, Religius, dan Berakhlak Mulia Idola Orang Tua, acara ini menghadirkan dai nasional Ustadz Wijayanto sebagai narasumber. Dengan gaya penyampaian yang lugas, komunikatif, dan diselingi humor, ia menyoroti berbagai tantangan pengasuhan anak di Indonesia saat ini, bahkan menyebutnya sebagai “rapor merah” bagi pola asuh keluarga modern.

Ustadz Wijayanto menyinggung fenomena motherless dan fatherless yang kian marak. Ia menjelaskan bahwa banyak anak memang memiliki orang tua secara fisik, namun kehilangan kehadiran emosional dan pendampingan psikologis dalam keseharian.

“Pola asuh hari ini akan menentukan masa depan anak. Ketika orang tua kurang hadir, anak berpotensi mencari perhatian dan pelarian di luar rumah,” ujarnya di hadapan ribuan wali murid Mudipat.

Dalam kajiannya, ia menekankan beberapa poin penting dalam mendidik anak. Pertama, tanggung jawab akhirat. Ia mengingatkan bahwa kegagalan anak dalam urusan moral dan spiritual kelak menjadi tanggung jawab utama orang tua.

Kedua, keteladanan sebagai fondasi pendidikan. Menurutnya, nasihat tanpa contoh nyata akan sulit membekas. Sikap dan perilaku orang tua justru menjadi pelajaran paling efektif bagi anak.

Ketiga, ia mengulas akar permasalahan perundungan. Ustadz Wijayanto menilai bahwa perilaku bullying kerap berakar dari hubungan keluarga yang kurang hangat serta minimnya pendidikan adab di rumah.

Keempat, pentingnya perhatian sederhana namun bermakna. Ia mengajak orang tua untuk rutin menanyakan aktivitas dan perasaan anak, karena perhatian kecil dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan emosional mereka.

Pihak sekolah berharap, melalui kegiatan ini, para wali murid tidak hanya terpaku pada capaian akademik dalam rapor, tetapi juga berkomitmen membangun kedekatan emosional dan spiritual dengan putra-putri mereka.

Acara kemudian ditutup dengan pembagian rapor di stan masing-masing kelas, disertai diskusi antara guru dan orang tua mengenai perkembangan siswa selama satu semester terakhir.

Share This Article
Tidak ada komentar