Parent Kids – Labubu, boneka ikonik yang dijuluki The Monsters ini memang baru benar-benar meledak secara global dalam dua tahun terakhir, namun di balik popularitasnya, Labubu ternyata telah menempuh perjalanan kreatif selama satu dekade penuh.
Untuk merayakan tonggak penting tersebut, sebuah pameran bertajuk MONSTERS BY MONSTERS: NOW AND THEN digelar, menghadirkan ratusan figur Labubu dalam berbagai versi yang membuat penggemarnya, dari kolektor hingga pencinta budaya pop, jatuh cinta lagi dan lagi.
Setelah menuai sukses di Shanghai dan Taipei, pameran ini resmi dibuka di Asia Society Hong Kong Centre. Begitu melangkah masuk, pengunjung seolah ditarik ke dalam dunia fantasi Labubu yang imersif.
Venue disulap menyerupai hutan ajaib, tempat imajinasi dan realitas melebur. Setiap sudutnya mengajak pengunjung menelusuri jejak Labubu sejak masih berupa sketsa dan artwork, hingga berevolusi menjadi boneka koleksi yang kini diburu di berbagai belahan dunia.

Pameran ini berlangsung dari 15 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 dan dirancang dengan berbagai zona tematik. Salah satunya adalah Designer Toys Zone yang menampilkan perjalanan evolusi desain Labubu dari masa ke masa.
Ada pula Interactive Zone yang menyoroti kolaborasi Labubu dengan Pop Mart, distributor resmi yang berperan besar dalam membawa karakter ini ke panggung global. Zona interaktif ini memberi pengalaman lebih dekat pada bagaimana Labubu bertransformasi dari karya seni menjadi ikon budaya pop.
Labubu sendiri merupakan karakter ciptaan seniman Kasing Lung. Terinspirasi dari mitologi Nordik, Kasing menciptakan makhluk-makhluk fantasi dengan karakter unik yang terasa gelap, manis, sekaligus penuh emosi. Sentuhan artistik inilah yang membuat Labubu tidak sekadar menjadi boneka, melainkan medium ekspresi seni yang resonan lintas usia dan gaya.
Kini, setelah sepuluh tahun perjalanannya, Labubu telah melampaui batas dunia mainan dan desain. Ia menjelma menjadi simbol budaya, sebuah fenomena global yang membuktikan bahwa imajinasi, ketika dirawat dengan konsistensi dan visi, mampu hidup jauh lebih lama dari tren sesaat.
Nah, apakah di antara kalian ada yang koleksi Labubu juga?
